8 Ormas Dipengaruhi ISIS
KONTAKRADAR- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ada delapan
organisasi masyarakat yang anggotanya dipengaruhi paham Islamic State of
Iraq and al–Sham (ISIS).
Organisasi tersebut adalah Jamaah Ansharut
Tauhid, Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Bima
Group, NII Banten, Laskar Jundullah, Tauhid Wal Jihad, dan Al–Muhajirun
Menurut Kepala BNPT Saud Usman Nasution, dalam diskusi “IS (ISIS) dan
Upaya Deradikalisme” di Jakarta kemarin, anggota organisasi-organisasi
tersebut mudah dipengaruhi ISIS karena kesamaan ideologi. Mereka juga
memiliki dendam terhadap pemerintah dan ada faktor kesenjangan
sosial–ekonomi. Apalagi dengan propaganda melalui media sosial ataupun
video di Internet, proses rekrutmen terhadap mereka yang hendak dikirim
ke Suriah menjadi lebih mudah.
Saud menyebutkan anggota yang dipengaruhi ISIS berasal dari Jamaah
Ansharut Tauhid, organisasi yang dipimpin Abu Bakar Ba’ashir. Penasihat
Kepala Polri, Tito Karnavian, mengatakan pendukung ISIS lain berasal
dari organisasi Tauhid Wal Jihad pimpinan Oman Abdurrahman, Mujahidin
Indonesia Timur pimpinan Santoso, Mujahidin Indonesia Barat di bawah
Bahrumsyah, Laskar Jundullah, dan NII Banten pimpinan Iwan Rois.
Sedangkan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, As’ad Ali,
menambahkan, kelompok Al–Muhajirun, yang merupakan fraksi radikal Hizbut
Tahrir Indonesia (HTI), merupakan organisasi yang juga disusupi ISIS.
“Mereka jaringan radikal lama yang terpecah-pecah pascaoperasi bom
Bali,” kata Tito. “Al–Muhajirun itu fraksi radikal dari HTI,” kata
As’ad.
Masih menurut As’ad, Oman dianggap sebagai tokoh sentral pendukung
ISIS asal Indonesia. Dia disebut sebagai penerjemah propaganda ISIS dari
bahasa Arab ke Indonesia selama di Lembaga Pemasyarakatan Kembang
Kuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Oman divonis 9 tahun
penjara dalam kasus membantu pelatihan militer pada 2009 di Pegunungan
Jalin Jantho, Aceh Besar, Aceh.
Sedangkan Bahrumsyah muncul dalam video ajakan bergabung ISIS dengan
nama Abu Muhammad Al Indonesiy pada 2014. Lulusan Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat angkatan 2004 yang disebut sebagai
penerus Abu Roban ini belum terlibat aktivitas teror. Namun Bahrumsyah
telah pergi ke Suriah.
Santoso masih menjadi buron setelah lolos dalam penggerebekan polisi
di Poso tahun lalu. Teror yang dikaitkan dengan Santoso adalah bom di
depan Masjid Markas Polresta Cirebon, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Humas
Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Hari, mendasarkan tudingan
itu pada bukti, video, dan dokumen.
Sementara itu, pengacara Tim Pembela Muslim, Muhammad Mahendradatta,
membantah bahwa Abu Bakar Ba’asyir ataupun Jamaah Ansharut mendukung
ISIS. “Bukan ISIS–nya yang didukung, tapi perjuangannya melawan penguasa
Syiah, Bashar Assad, yang didukung,” ujar dia beberapa waktu lalu.
Muhaimin Yunus Hadi, mantan anggota Laskar Poso, keberatan jika
wilayahnya dianggap sebagai lokasi pelatihan milisi ISIS dan teroris.
Sedangkan juru bicara HTI, Ismail Yusanto, membantah dugaan ada barisan
radikal di HTI yang mendukung ISIS. Adapun pengamat terorisme Nasir
Abbas menyatakan Jundullah tak terlibat ISIS lantaran organisasi ini
sudah tak ada.

0 komentar:
Posting Komentar